Article

Skill Presentasi, Penting Enggak Sih?

Sebelumnya, kami segenap tim editor dari Idealist Blog ingin mengucapkan selamat tahun baru 2019. Tahun lalu kami sedikit jarang memuat konten artikel karena begitu banyak project klien yang dikerjakan. Nah, di awal tahun ini langkah apa yang kamu lakukan untuk menggapai resolusimu? Di tahun ini resolusi kami adalah menyajikan lebih banyak lagi konten artikel yang menarik dan bermanfaat bagi kaum Idealist, dimulai dengan artikel yang sedang kalian baca ini. Mudah-mudahan kita akan lebih sering berbagi ilmu dan belajar hal baru di Idealist Blog ya. Cukup untuk intro awal tahunnya, mari kita kembali ke judul.

Kami, IS Creative adalah perusahaan yang unik dibidangnya, hal tersebut tidak lepas dari founder sekaligus creative directornya, Irvan Subekti, yang memiliki cara tersendiri untuk memupuk kreatifitas dan solidaritas tim. Cara yang dimaksud adalah kegiatan Idea Session yang dijadwalkan pada hari Rabu setiap minggunya.

Sharing is caring. Idea sharing is inspiring.”
– Irvan Subekti –

Kegiatan Idea Session biasanya diisi dengan presentasi santai dari seluruh tim. Materinya pun beragam, mulai dari lifestyle, sains, teknologi, dan hal-hal unik lainnya. Seringnya mengadakan Idea Session, ada beberapa hal yang membuat tim kami sadar, salah satunya yaitu pentingnya menguasai skill presentasi dalam menyampaikan ide atau materi.

Gambar 1. Idea Session
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Kali ini kita akan mempelajari bagaimana cara presentasi yang baik dari founder IS Creative, yang telah memiliki banyak pengalaman di bidang komunikasi. Skill presentasi tentu saja merupakan salah satu hal yang sangat Ia kuasai mengingat sederet pengalamannya sebagai pembicara, pemateri, dan motivator di berbagai forum.

Menurutnya, skill presentasi merupakan sesuatu yang vital dalam berkomunikasi bagi semua orang. Maka dari itu, Ia mengajarkan metode yang perlu diperhatikan saat presentasi yaitu dengan fokus melatih dua hal.

1. Verbal dan Intonasi

Pembicara yang baik akan mengucapkan kalimat dengan jelas dan mudah dimengerti. Oh ya, perlu diingat sewaktu presentasi akan lebih baik jika kita menyiapkan materi dengan slide atau notes guna meminimalisir situasi tidak terduga seperti distraksi dari peserta, kepanikan sesaat karena kurang menguasai materi, dan lainnya. Metode ini akan sangat membantu untuk lebih memahami ide atau materi yang akan disampaikan. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan pada intonasi kita saat presentasi.

Gambar 2 : Presentasi menggunakan slide.
Sumber: Dokumentasi pribadi.

  • Artikulasi dan penekanan suara.
    Menjadi pembicara, kita dituntut untuk berbicara lantang dan tegas, maka dari itu melatih artikulasi dan penekanan suara sangat dianjurkan.

  • Mengatur kecepatan dan jeda berbicara.
    Pastikan kita berbicara tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. Jika terlalu cepat, peserta tidak bisa mengikuti kecepatan bicara kita, begitupun sebaliknya. Tentu saja kita tidak ingin melihat beberapa peserta presentasi tertidur atau sibuk sendiri karena pemaparan kita yang terlalu membosankan bukan?

  • Kosakata yang benar.
    Saat presentasi menyampaikan materi, kita menjadi satu-satunya figur yang diperhatikan. Pastikan kita menggunakan kosakata yang benar dan istilah yang benar. Oleh karena itu, menguasai banyak kosakata sangat diperlukan.

  • Ice breaking.
    Maksud bukan memecahkan es di saat presentasi lho ya, melainkan menyampaikan lelucon ringan untuk memecahkan rasa jenuh di antara pembahasan yang panjang. Melemparkan pertanyaan-pertanyaan yang relevan kepada salah satu peserta juga bisa menciptakan suasana interaksi yang positif pada saat presentasi.

Gambar 3: Ice Breaking (Interaksi dengan peserta).
Sumber: Dokumentasi pribadi.

2. Gesture

Penguasaan gesture meliputi bagaimana kita memosisikan diri di hadapan peserta/lawan bicara. Gerakan-gerakan sederhana dapat membantu kita menyampaikan materi saat presentasi. Berikut hal-hal yang perlu kita perhatikan:

  • Gerakan tangan.
    Perlu kita tahu, gerakan tangan dapat menstimulus ingatan sehingga kita lebih jelas dalam menyampaikan materi. Gerakan tangan juga menimbulkan kesan penguasaan materi di mata peserta. Tentunya batasi gerakan tersebut agar juga tidak terlalu “lebay” atau sengaja dibuat-buat.

  • Blocking.
    Istilah ini biasa digunakan dalam dunia sinematografi, yaitu posisi aktor/pemeran terhadap kamera atau penonton. Hal ini juga dapat diaplikasikan saat kita melakukan presentasi. Dengan berpindah posisi atau berjalan pelan di area panggung, kita bisa menjaga perhatian peserta agar tetap fokus. Jika kita diam terpaku, dapat memberikan efek jenuh dan menunjukkan sikap tidak profesional sebagai pembicara.

  • Eye-contact.
    Perlu kita perhatikan salah satu basic manner saat berkomunikasi yaitu memandang lawan bicara kita. Metode ini menghindari sikap intoleran antar komunikator dan pendengar. Hal ini juga berlaku ketika kita menjadi pembicara. Memang sih, ketika menghadapi banyak peserta, ada orang yang tidak memiliki keberanian untuk melihat langsung ke depan. Jika kita tidak bisa memberikan tatapan langsung ke mata peserta, kita dapat melihat ke arah kening atau atas kepala peserta untuk tetap memberikan kesan seakan-akan berbicara sambil menatap mereka.

Seringkali kita bertemu dengan orang-orang yang memiliki banyak pengetahuan, ide, dan kreatifitas yang mumpuni, namun beberapa diantaranya kesulitan dalam mempresentasikan hal tersebut sehingga pada akhirnya tidak tersampaikan dengan baik. Menimbulkan ketidak tertarikan pada sesuatu yang mungkin sangat menarik.” - Irvan Subekti -

Gambar 4: Design Briefing.
Sumber: Dokumentasi pribadi.

Sebagai pelaku industri kreatif, seorang desainer harus dengan mapan dapat menyampaikan ide ataupun hasil karya yang dibuatnya dengan menarik. Maka dari itu skill presentasi menjadi hal yang sangat krusial untuk dikuasai. IS Creative melatih dan membiasakan tim kreatifnya untuk melakukan presentasi di depan klien, baik itu mempersembahkan portfolio brand design yang telah dikerjakan, ataupun gagasan konten social media untuk akun klien.

Permalink

Loading...

IS Creative

About the author

IS Creative

IS Creative adalah sebuah agensi kreatif multi-disiplin yang fokus kepada komunikasi visual, desain identitas brand/merek, dan juga multimedia. Kami telah membantu banyak klien-klien untuk mencapai tujuan bisnis mereka dan meningkatkan kualitas citra brand/merek mereka dalam berbagai macam hal. IS Creative selalu berusaha sebaik mungkin untuk menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas pada setiap proyek kami.