Article

Ngapain Repot-Repot Melakukan Rebranding?

Gambar1. Rebranding nggak ya?
Sumber: www.pixabay.com

Pernahkah Anda melihat sebuah perusahaan mengubah desain logo brand mereka, mengganti nama, atau mengganti slogan? Perubahan tersebut biasa dikenal dengan istilah rebranding. Pada artikel sebelumnya, Idealist telah membahas tentang branding yang merupakan upaya atau proses yang dilakukan untuk membuat orang lain mengingat tentang suatu hal. Nah, rebranding artinya mengupayakan kembali suatu hal agar kembali diingat dan mendapat perhatian (awareness) dari masyarakat. 

Bisa dibilang, melakukan proses rebranding bukan suatu hal yang mudah. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, sehingga akan memakan banyak waktu, usaha, dan uang yang tidak sedikit. Kuncinya, pastikan untuk menjaga konsistensi brand experience dan memperhatikan proses transisi, sehingga pelanggan atau market dari bisnis Anda tidak merasa kaget atau asing dengan brand yang tiba-tiba berubah. 

Gambar2. So much to do, so little time (and money)
Sumber: www.pixabay.com

Perubahan yang 'ekstra merepotkan' tersebut, tentu tidak akan dilakukan jika tidak dengan alasan dan tujuan yang kuat. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perlunya dilakukan rebranding, baik dari segi operasional, management, hingga perubahan citra atau image perusahaan di mata masyarakat.

Perkembangan Zaman

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan zaman dari berbagai aspek mulai dari pergeseran market, kemajuan teknologi, tren, style, persaingan bisnis, hingga kultur dalam bermasyarakat, sangat berpengaruh pada perubahan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Contohnya, sebuah perusahaan pelopor jasa penjualan tiket merasa perlu melakukan perubahan dari segi visual agar terlihat lebih simple dan easy. Karena visual merepresentasikan produknya, maka secara otomatis prosedur pembelian tiketnya pun juga dibuat lebih mudah. 

Banyak pesaing yang memberikan kemudahan serta konsep straight to the point, yang digemari masyarakat milenial. Oleh karena itu, agar tetap mendapat tempat di masyarakat, maka perubahan perlu dilakukan. Dari contoh kecil diatas, sudah ada faktor teknologi, tren, market, style, persaingan bisnis, dan kultur masyarakat yang sangat mempengaruhi mengapa sebuah brand perlu rebranding.

Gambar3. Akuisisi dan merger akan menciptakan tujuan yang baru = wajah baru
Sumber: www.pixabay.com

Reorganisasi Internal Perusahaan 

Beberapa pengusaha memilih untuk bergabung dengan group tertentu yang lebih besar, dalam rangka mengembangkan bisnisnya. Akuisisi dan merger antar perusahaan akan menciptakan tujuan baru yang lebih luas, sehingga brand yang mewakili juga perlu disesuaikan. Contohnya PT Indosat Tbk. yang sahamnya sebagian besar dimiliki oleh Qatar Telecom (Ooredoo Asia Pte. Ltd.), merubah nama brand nya menjadi Indosat Ooredoo dengan visualisasi yang disesuaikan. 

Menjaga Eksistensi dan Awareness

Eksistensi dan awareness erat kaitannya dengan suatu hal yang dilihat oleh masyarakat diluar perusahaan. Dengan wajah dan tampilan yang baru, biasanya masyarakat akan lebih memperhatikan dan penasaran sehingga akan menimbulkan keinginan untuk mencari tahu. Menjaga eksistensi merupakan salah satu faktor agar bisa terus bersaing dengan kompetitor dibidang usaha yang sama. 

Langkah Selanjutnya? 

Panjang atau tidaknya tahapan yang harus ditempuh, tergantung dari seberapa besar perusahaan yang akan di rebranding atau seberapa luas rebranding akan diimplementasikan. Rebranding secara visual adalah salah satu yang paling sering dilakukan dan cukup krusial, karena inilah yang pertama kali akan dilihat oleh masyarakat sebagai bentuk representasi dari perusahaan. 

Adanya pihak ketiga (seperti contohnya agensi desain) sangat membantu proses rebranding secara menyeluruh dan profesional. Agensi desain akan melakukan serangkaian proses rebranding secara bertahap sesuai dengan kebutuhan tujuan yang sudah ditetapkan oleh client. Mereka juga akan melakukan analisis dari berbagai aspek untuk mewujudkan proses rebranding yang konsisten. 

Pada proses kolaborasi ini, Anda juga berkesempatan untuk melakukan konsultasi berkaitan dengan cara mengkomunikasikan perubahan yang telah dilakukan kepada partners, customers, atau market bisnis. 

Gambar4. Kolaborasi kreatif antara perusahaan dan agensi desain
Sumber: www.pixabay.com

Jika Anda merasa semakin yakin untuk melakukan rebranding setelah membaca artikel ini terutama dari segi visual, maka sudah saatnya perusahaan Anda membutuhkan sebuah perubahan. IS Creative berpengalaman tidak hanya dalam proses branding bisnis baru, namun juga berpengalaman melakukan rebranding bagi mereka yang membutuhkan pembaharuan. Kami memberikan insight yang berbeda tentang bagaimana melakukan rebranding dengan tepat, sehingga brand yang diimplementasikan akan last longer dan mengikuti perkembangan zaman kedepannya. Jadi, apakah perusahaan Anda perlu melakukan rebranding? Keputusan berada ditangan Anda! 

Permalink


IS Creative

About the author

IS Creative

IS Creative adalah sebuah agensi kreatif multi-disiplin yang fokus kepada komunikasi visual, desain identitas brand/merek, dan juga multimedia. Kami telah membantu banyak klien-klien untuk mencapai tujuan bisnis mereka dan meningkatkan kualitas citra brand/merek mereka dalam berbagai macam hal. IS Creative selalu berusaha sebaik mungkin untuk menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas pada setiap proyek kami.