Article

Female Graphic Designers Who Inspire Through Their Works

Profesi desainer grafis di Indonesia biasanya adalah profesi yang identik dengan para lelaki. Namun, ternyata banyak pula desainer wanita Indonesia yang berprestasi, bahkan namanya lebih dikenal di luar negeri ketimbang di negara sendiri. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, IS Creative kali ini akan menyajikan artikel mengenai desainer-desainer grafis wanita, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

1. Sita Subijakto

Tidak banyak orang yang pernah mendengar nama ini dan tidak banyak juga tulisan yang membahas tentang siapa Sita Subijakto. Sita adalah seorang tokoh senior dalam dunia desain dan kreatif Indonesia yang telah mengawali karir di bidang perancangan artistik sejak tahun '80-an. Ia memulai karir dari agensi periklanan, majalah perempuan remaja dan mode, hingga mendirikan agensi kreatif pertama yang membuat acara fashion di televisi swasta Indonesia.

sita

Sita Subijakto
Sumber: http://i1.wp.com/dgi.or.id/wp-content/uploads/2015/10/SitaSubijakto-Profil.jpg

Saat ini Sita merupakan Head of Creative Department sebuah retail modern yang mendukung pengembangan produk berbasis kultural Indonesia, yakni Alun-Alun Indonesia. Sita juga merangkap posisi sebagai Head of Creative Department di Seibu Department Store. Penghargaan yang pernah diraih lulusan St. Martin's School of Arts London jurusan Painting & Graphic Art ini antara lain: Piala Ali Sadikin (1997) untuk kategori Grafis Murni, Piala Joop Ave (1984) atas desain poster kebudayaannya, serta penghargaan yang diperoleh atas nama agensi yang didirikannya pada 1992, yakni Headline Creative Communications.

sita

Salah satu desain Sita Subijakto
Sumber: http://i0.wp.com/dgi.or.id/wp-content/uploads/2015/10/SitaSubijakto-TheDharmawangsa.png

2. Jessica Diana Kartika

Wanita kelahiran Semarang 29 tahun yang lalu ini merupakan seorang konsultan desain komunikasi visual yang mengkhususkan diri pada penggabungan desain komunikasi visual dengan Feng Shui. Ia pun mendirikan perusahaan Feng Shui untuk logo yang resmi didirikan pada 2012 di bawah naungan PT. Elemen Sukses Mandiri. Perusahaan Jessica merupakan pelopor pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memadukan ilmu desain modern dengan Feng Shui. Jessica juga menerbitkan buku berjudul "Feng Shui untuk Logo" yang ia tulis bersama pakar feng shui terkemuka Indonesia, Mas Dian MRE.

jessica

Jessica Diana Kartika
Sumber: https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Jessicadianakartika.jpg&filetimestamp=20121221110808&

Jessica yang merupakan lulusan desain komunikasi visual Universitas Kristen Petra Surabaya ini telah melayani ratusan klien, seperti perusahaan properti, alat berat, energi, sumber daya alam, perdagangan, transportasi, hotel, restoran, spa, dan lain-lain. Sejumlah penghargaan pun pernah ia raih, diantaranya penghargaan Wirausaha Muda Mandiri sebagai pemenang termandiri, terinovatif, dan teredukatif (2012), pemenang ke tiga dalam Outstanding Design Internasional Furoshiki Design Festival di Jepang, dan Bronze pada A Design Award Print & Published Media di Italia.

jessica

Buku karya Jessica bersama Mas Dian MRE yang diterbitkan Elex Media Komputindo
Sumber: https://images.apps-foundry.com/magazine_static/images/1/2065/big_covers/ID_EMK2013MTH02FSUL_B.jpg

3. Lucia C. Dambies

Wanita yang Akrab dipanggil Loucee ini telah bercita-cita menjadi seorang desainer grafis sejak di bangku SMP. Cita-cita tersebut perlahan ia wujudkan sejak ia lulus dari ITB dan menyelesaikan program magisternya di Pratt Institute New York City. Ia pernah bekerja paruh waktu di studio desain grafis Chermayeff & Geismar dan perusahaan branding Wolf Ollins.

lucia

Lucia C. Dambies
Sumber: https://ladytawahyu.files.wordpress.com/2015/03/loucee-2.jpg

Lucia yang kini menetap di Newcastle Upon Tyne, UK bekerja sebagai Head Designer di Wharton Bradley Mack, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang Internet Marketing Specialist. Ia pun terhitung telah merampungkan studi graphic design e-business management dalam program MA Design Management di Northumbria University.

lucia

Salah satu desain Lucia
Sumber: http://www.wadezig.com/wp-content/uploads/2015/08/loucee.jpg

4. Melissa Sunjaya

Melissa merupakan desainer grafis lulusan Universitas Trisakti yang kemudian melanjutkan studi di Art Center di Swiss dan California. Selepas menyelesaikan studinya, ia banyak terlibat dalam berbagai proyek branding korporasi seperti Fox Twentieth Century, 29Palms, GeanGardner Photography, dan Mark Hanauer Photography. Wanita 42 tahun asal Jakarta ini pun pernah berkiprah di beberapa studio desain grafis terkemuka di California seperti CMg Design Inc, Ph.D, dan Siegel & Gale Los Angeles.

melissa

Melissa Sunjaya
Sumber: http://jax.co.id/wp-content/uploads/2015/04/Melissa_sunjaya_banner.jpg

Sejak 2010 Melissa memutuskan untuk membangun brand "Tulisan" yang memiliki produk-produk berbahan dasar kanvas ramah lingkungan. Produknya berupa tas, pouch, busana, hingga celemek sudah go international hingga Singapura dan Amerika. Beberapa karyanya bahkan juga pernah dipakai sebagai properti di drama Korea The Spring Day of My Life pada 2014 lalu.

melissa

Toko yang dimiliki Melissa dengan brand "Tulisan" di Jakarta
Sumber: http://3.bp.blogspot.com/-jH4S1Yx8l28/VdCE9ymTMlI/AAAAAAAAAGY/7xqcOsPV6fU/s640/_tulisan-store.jpg

melissa

Desain Melissa untuk diterapkan di produk-produknya
Sumber: http://4.bp.blogspot.com/-yzgxIYA4aZc/TnBjtBm_xtI/AAAAAAAAAdQ/qpgm63zumGA/s1600/4.jpg

melissa

Salah satu produk "Tulisan" yang dipamerkan oleh model
Sumber: http://www.tulisan.com/blog/wp-content/uploads/2015/10/1200_LB_150908_Bio_Fantasy_12.jpg

5. Yolanda Santosa

Sudah tidak terhitung lagi karya-karya yang dihasilkan oleh wanita yang akrab disapa Yo ini. Ia memiliki kontribusi pada sejumlah film layar lebar seperti 300, The Hulk, An Inconvenient Truth, The Shaggy Dog, Herbie Fully Loaded, Catwoman. Dia bahkan memperoleh 3 nominasi Emmy dan beberapa penghargaan atas title sequence yang dibuatnya, seperti Ugly Betty, Desperate Housewives, dan film 300. Stasiun televisi ABC, CNN, Paramount Pictures, Pinkberry, Sci Fi Channel, Showtime, Sony, Universal Pictures, Walt Disney Pictures, Warner Bros Pictures, dan 20th Century Fox merupakan deretan klien wanita lulusan Art Center College of Design.

yolanda

Yolanda Santosa
Sumber: http://www2.artcenter.edu/dot/images/hqla/YoSantosa_20150611-_MG_2488.jpg

Tidak hanya berkiprah di dunia desain grafis, Yo juga terjun di bidang wirausaha. Salah satunya dengan mendirikan früute, yaitu perusahaan cookies dan suvenir yang disebut Brides Magazine sebagai “ide yang jenius”. Ia juga turut mendirikan Commodity, perusahaan wewangian online yang telah dimuat di GQ, Fast Co., Esquire, dan W Magazine.

yolanda

Potongan opening film "Catwoman" yang merupakan salah satu karya Yolanda
Sumber: http://dgi-indonesia.com/dgi-online-exhibition-03-yolanda-santosa/

yolanda

Film 300, salah satu film yang juga digarap oleh Yolanda
Sumber: http://dgi-indonesia.com/dgi-online-exhibition-03-yolanda-santosa/

yolanda

Desperate Houswive, serial TV karya Yolanda yang masuk nominasi Emmy Award
Sumber: https://i.ytimg.com/vi/bHjKxETaQzo/maxresdefault.jpg

yolanda

Serial TV Ugly Betty ini juga sempat populer di Indonesia
Sumber: http://ashleyoutrageous.com/wp-content/uploads/2014/10/artworks-000094324812-nwmq4e-original.jpg

yolanda

yolanda

Perusahaan cookies dan souvenir yang dibangun oleh Yolanda pada 2011, Fruute
Sumber gambar 6: http://www.thebrandshop.co/profiled-fruute/
Sumber gambar 7: https://twitter.com/fruute/status/664156444162310144/photo/1?ref_src=twsrc%5Etfw
"Brands are like people because people don't fall in love with businesses; at the end of the day they fall in love with personalities"

Yolanda Santosa - Dikutip dari creativemornings.com

6. Rini Sugiarto dan Marsha Chikita

Keduanya memang bukanlah sebagai desainer grafis, melainkan seorang animator yang karyanya lebih banyak dihasilkan di luar negeri. Rini Sugiarto yang merupakan lulusan arsitektur Universitas Parahyangan memulai perjalanannya sebagai animator di Amerika. Di kota San Fransisco, ia belajar animation and visual effect di Academy of Art University. Rini kemudian mulai bekerja di WETA Digital yang merupakan perusahaan terkemuka dunia efek visual yang berbasis di Wellington, Selandia Baru.

rini

Rini Sugiarto
Sumber: http://gdb.voanews.com/EFBC19C5-7637-48BF-AE83-9194B4C9863E_cx0_cy6_cw0_mw1024_s_n_r1.JPG

Selama tiga tahun bekerja, Rini telah menggarap berbagai proyek film ternama seperti The Adventure of Tintin: The Secret of Unicorn, The Avengers, The Hobbit: An Unexpected Journey, Ironman 2, The Hunger Games dan The Hobbit: The Desolation of Smaug. Setelah itu Rini bekerja di Industrial Light & Magic di San Fransisco dan menggarap proyek film Teenage Mutant Ninja Turtle (TMNT).

rini

Poster film "The Adventure of Tintin"
Sumber: http://www.movie-poster-artwork-finder.com/posters/the-adventures-of-tintin-poster-artwork-jamie-bell-andy-serkis-daniel-craig.jpg

rini

Rini bersama kru Hobbit
Sumber: http://www.langitperempuan.com/wp-content/uploads/2013/12/Rini-Sugianto-and-bersama-kru-produksi-The-Hobbit.jpg

rini

Poster Avengers
Sumber: http://interhost.hu/stuff/pics/posters/Avengers.jpg

rini

Poster Ninja Turtle
Sumber: https://indonesiaproud.files.wordpress.com/2014/09/ninja-turtles-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpeg

Marsha Chikita memulai karirnya saat ikut program magang di perusahaan Las’ Copaque Production (rumah produksi yang membuat film Upin-Ipin). Karena karyanya, dia kemudian direkrut menjadi karyawan pada taun 2010. Pada tahun 2012, Marsha Chikita yang merupakan anak dari pasangan Ikang Fawzi dan Marissa Haque ini kembali ke Indonesia untuk mengembangkan dunia animasi di Indonesia. Monso House adalah perusahaan animasi independen yang dibuat bersama lima orang rekannya.

marsha

Marsha Chikita
Sumber: http://3.bp.blogspot.com/-hvk989VrhCA/VZymTXzOt_I/AAAAAAAAAPc/b1wStT8Y7Ww/s1600/IMG_3697.JPG

marsha

Upin Ipin adalah karya Marsha Chikita yang sangat digemari di Indonesia
Sumber: http://www.berrysocial.com.br/wp-content/uploads/2014/06/upin_dukung_ipin_v03.png

marsha

Logo Monso House, perusahaan animasi yang didirikan Marsha Chikita bersama lima rekannya
Sumber: http://suryapersonal.blogspot.co.id/2012/09/monso-house-akan-menghadirkan-film.html

Selain 7 nama di atas, di bawah ini terdapat nama-nama desainer wanita lain yang berasal dari luar Indonesia. Mereka juga telah menghasilkan karya-karya, dimana karya tersebut cukup sering kita temui dan akrab dengan keseharian kita.

7. Deborah Sussman

Deborah Sussman adalah seorang desainer grafis yang karyanya lebih mengarah pada environmental design. Bersama perusahaan yang didirikannya bernama Sussman/Prezja, dia mendesain ruang publik Los Angeles. Wanita yang terkenal karena desainnya pada Summer Olympic tahun 1984 silam itu dipercaya mengerjakan interior and exterior wayfinding and signage systems untuk perusahaan ternama seperti Apple dan Hasbro.

deborah

Deborah Sussman
Sumber: http://www.awalkerinla.com/wp-content/uploads/2014/08/16sussman-alissa-slide-89WP-jumbo-v2.jpg

Deborah mengawali karirnya pada tahun 1953, dimana saat itu ia bekerja di perusahaan milik pasangan Charles dan Ray Eames (baca juga: 8 Business Cards of Inspirational Creative Designer) sebagai desainer. Selama kurang lebih 10 tahun berkarir di perusahaan milik pasangan Eames, ia bekerja sebagai direktur seni, perancang bahan cetak, perancang pameran museum, film, dan ruang pamer untuk furniture. Deborah telah meinggal dunia karena kanker di usianya yang ke 83 tahun pada 2014 lalu.

deborah

Desain "Standard Shoes" Pasadena karya Deborah Sussman
Sumber: http://www.metropolismag.com/Standard-Shoes-Correct.jpg

deborah

Desain Deborah pada Summer Olympiade tahun 1984
Sumber: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/2d/6a/cb/2d6acb396497c71194ca3ae62ec23aa2.jpg

deborah

Kumpulin karya Deborah Sussman
Sumber: http://justcreative.com/2008/07/10/7-female-graphic-designers-thatll-rock-your-socks-off/
"More is more"

Deborah Sussman - dikutip dari www.fastcodesign.com

8. Carolyn Davidson

Siapa yang tidak mengenal desain "swoosh" pada merek Nike? Pada tahun 1971, Davidson yang ketika itu masih berstatus sebagai mahasiswa di Portland State University, Oregon, diminta oleh co-founder Nike Bill Bowerman dan Phil Knight untuk membuat beberapa huruf sebelum ia merancang logo Nike "swoosh". Nike membayar sebesar 35 dollar dan 500 saham Nike yang bernilai 643 ribu dollar. Dia bekerja untuk Nike hingga 1976, kemudian memutuskan keluar dan bekerja melayani klien lain.

carolyn

Carolyn Davidson
Sumber: http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2011/06/16/article-2004273-006A36D800000258-717_1024x615_large.jpg

Pada tahun 2000, wanita kelahiran 1943 ini memutuskan untuk pensiun sebagai desainer grafis. Ia sekarang terlibat dalam hobi dan pekerjaan sukarela, termasuk tugas-tugas mingguan di Ronald McDonald House di Legacy Emanuel Hospital & Pusat Kesehatan di Oregon.

carolyn

Logo Nike awal rancangan Carolyn Davidson
Sumber: http://www.printmag.com/wp-content/uploads/2011/08/swoosh002.jpg

carolyn

Perjalanan logo Nike dari masa ke masa
Sumber: http://cfile4.uf.tistory.com/image/1830501A4B00E8AB52CF19

9. Paula Scher

Merupakan seorang penulis, dosen, ilustrator, dan desainer grafis. Karir perdananya dimulai sebagai ilustrator di Tyler School of Art, kemudian pada tahun 1970 dia mulai mendesain untuk CBS Record (sekarang Sony), saat itu usianya 26 tahun. Scher saat itu memiliki tanggung jawab atas 150 buah album dalam setahun, hal ini lah yang membuatnay tertarik dan mendalami typografi. Bagi Scher, masa-masa peningkatan karirnya adalah saat ia mendesain serangkaian album cover musik jazz dan poster album Elvis Costello.

Paula

Paula Scher
Sumber: http://www.graphis.com/media/LEGACY-FILES/awards/photography/photo09/media/09117PH.jpg

Setelah keluar dari CBS, ia memutuskan untuk menerima tawaran bergabung dengan Pentagram. Scher berpendapat bahwa ia tidak akan mendapatkan proyek-proyek besar jika ia memutuskan untuk terus berbisnis sendiri. Logo Citibank dan Windows 8 adalah dua contoh karyanya yang mendunia. Pada tahun 2000, Scher mulai melirik environmental design dengan alasan beralasan bahwa ia menyukai desain fisik daripada desain yang hidup di layar.

Paula

Desain Paula Scher untuk Elvis Costello saat masih bekerja di CBS Record
Sumber: http://www.designboom.com/design/paula-scher-interview/

Paula

Logo Citibank, salah satu karya Paula Scher
Sumber: http://www.designboom.com/design/paula-scher-interview/

Paula

Logo Windows 8
Sumber: http://beyondvisual.co.uk/wp-content/uploads/paula-scher-windows.jpg

Paula

Environmental design karya Paula di New Jersey Performing Arts Center Newark, New Jersey
Sumber: http://176.32.230.27/d5media.co.uk/wp-content/uploads/2013/07/Paula-Scher-interview-designboom-05.jpg
"Identities are the beginning of everything. they are how something is recognized and understood. what could be better than that?"

Paula Scher - dikutip dari http://www.designboom.com/
Permalink

Loading...

IS Creative

About the author

IS Creative

IS Creative adalah sebuah agensi kreatif multi-disiplin yang fokus kepada komunikasi visual, desain identitas brand/merek, dan juga multimedia. Kami telah membantu banyak klien-klien untuk mencapai tujuan bisnis mereka dan meningkatkan kualitas citra brand/merek mereka dalam berbagai macam hal. IS Creative selalu berusaha sebaik mungkin untuk menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas pada setiap proyek kami.