Inspiration

Best International Brand Slogans

Beberapa waktu sebelumnya, IS Creative pernah mengulas artikel tentang beberapa slogan terbaik produk-produk Indonesia. Salah satu diantaranya bahkan memenangkan penghargaan nasional Bright Awards pada Maret 2016 lalu. Pada artikel berikut, kami akan kembali mengulas tentang slogan terbaik versi IS Creative. Bedanya, kali ini IS Creative fokus pada pembahasan mengenai slogan produk-produk internasional yang namanya tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Kami akan membaginya ke dalam beberapa kategori produk supaya lebih nyaman untuk disimak, semoga terinspirasi!

1. Fast Food

Produk fast food cukup banyak ditemui di Indonesia, diantaranya KFC, Mcdonalds, Burger King, Wendy's. KFC merupakan waralaba fast food pertama yang masuk Indonesia, yakni pada 1979. Waralaba ayam goreng yang didirikan oleh Harland Sanders ini terkenal dengan slogannya "Finger Lickin' Goods". Uniknya, slogan ini muncul karena adanya keluhan dari konsumen atas tayangan iklan KFC di televisi lokal yang menampilkan pemilik waralaba KFC Arizona sedang menjilati jarinya usai menikmati KFC.

Mendengar komplain konsumen terkait keberatannya atas adegan dalam tayangan iklan tersebut, manajer KFC Ken Harbough menanggapi, "Well, it's finger lickin' good". Kalimat tersebut kemudian menjadi slogan resmi KFC sejak 1960. Sebagai informasi tambahan, berdasarkan akun Facebook resmi KFC Indonesia, tiap negara memiliki slogan berbeda di samping slogan resmi KFC yang berlaku internasional. Di Indonesia sendiri, slogan "Jagonya Ayam!" lebih dikenal masyarakat.

Tepatnya 12 tahun setelah KFC memasuki Indonesia, Mcdonalds dengan produk burger andalannya turut masuk Indonesia. Sempat beberapa kali mengganti slogan, namun slogan "I'm Lovin It" lah yang paling menancap di benak konsumen. Hal ini terlihat dari banyaknya pihak yang menyayangkan pergantian slogan "I'm Lovin It" menjadi "Simpler Better" pada 2016 ini. Slogan "I'm Lovin It" lah yang membuat penjualan Mcdonald's kembali meningkat pesat setelah era keemasannya pada dekade 1970-1980an.

"'I'm lovin' it', No matter what people think, we're going to carry on making unhealthy food."

Mcdonald's, dikutip dari www.campaignlive.co.uk

2. Electronic

Hampir semua peralatan elektronik yang digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah produk luar. Salah satu merek elektronik yang cukup dikenal di Indonesia adalah LG. "Life's Good" adalah slogan yang digunakan oleh LG untuk mewakili 5 pilar perusahaan, yakni Global, Tomorrow, Energy, Humanity and Technology. Slogannya yang simple dan ringan turut membuat produk asal Korea Selatan ini diingat masyarakat. Slogan tersebut digunakan sejak 2004, sebagai ganti slogan "Digitally Your's" yang digunakan pada 1999-2004.

Satu lagi merek eletronik yang cukup dikenal dengan kecanggihan dan inovasi produknya, Sony. Sesuai dengan karakternya tersebut, Sony memiliki slogan "Like No Other". Namun, sejak 2009 lalu Sony merubah sloganya menjadi "Make.Believe". Melalui slogan barunya, perusahaan asal Jepang ini menyiratkan sebuah janji bahwa apa yang kita bayangkan dapat kita wujudkan. Kata "Make" berarti tindakan nyata mewujudkan sesuatu, kata "Believe" melambangkan semangat, termasuk di dalamnya kata think, imagine dan dream. Tanda titiknya berarti peranan Sony dalam menyatukan antara tindakan dan terwujudnya mimpi.

Merek apa yang pertama kali muncul dalam benak kita ketika harus mengganti lampu? Ya, Philips jawabannya, meski sebenarnya Philips tidak hanya memproduksi lampu tapi juga peralatan elektronik lainnya. Slogan "Sense and Simplicity" yang digunakan Philips sejak 2008 - 2013 muncul dilatarbelakangi oleh adanya kekhawatiran konsumen atas kesulitan penggunaan fitur produk audiovisual produksi Philips. Di kemudian hari, inilah yang menjadi inspirasi Philips untuk memproduksi peralatan elektronik dengan fitur sederhana dan mudah digunakan.

3. Technology

Terkenal dengan slogannya "Connecting People", Nokia pernah sangat berjaya dan merilis banyak ponsel canggih pada masanya. Nokia ingin keberadaannya mampu menyatukan antara satu orang dengan yang lainnya. Zaman berubah, makna slogan tersebut perlahan meluas dimana Nokia bertekad melayani konsumennya untuk terkoneksi dengan internet. Hal ini membuat orang mampu membangun jejaring di media sosial dan melakukan aktivitas seperti chatting lewat ponsel tanpa batasan. Namun sayangnya, pada 2013 lalu Nokia diakusisi oleh Microsoft dan berganti nama menjadi Microsoft Lumia. 

Berbeda dengan Nokia, Apple jusru kian mengukuhkan posisinya sebagai produsen produk perangkat lunak berbasis OS X dan iOS. Banyak hal berbeda yang dilakukan oleh Apple, bahkan beberapa diantaranya dikatakan mampu merubah dunia. Salah satu hal berbeda yang dilakukan oleh Apple adalah merancang salah satu produknya, iMac, dengan desain berbeda berupa casing transparan. Apple juga berusaha untuk menjaga agar bumi tetap hijau, terbukti emisi karbon dari Apple TV dalam kurun waktu 2007 s.d. 2012 berkurang sebesar 90%. Slogan Apple "Think Different" tercatat sangat sukses menggugah banyak orang, Apple bahkan menjadikannya sebagai bentuk kampanye sepanjang tahun 1997-2002.

Siapa tidak kenal YouTube? YouTube merupakan platform video sharing dimana siapapun bebas mengunggah video dan membagikan video yang disuka. Sesuai dengan slogannya, "Broadcast Yourself", layanan YouTube dirancang bagi siapapun yang ingin mempublikasikan video mereka telah dibuat. Beberapa perusahaan dan organisasi juga menggunakan YouTube untuk mempromosikan bisnis mereka. Perusahaan yang pada 2006 diakusisi oleh Google ini bahkan mampu memberikan keuntungan bagi penggunanya melalui bagi hasil dari advertisement clicks / klik iklan. 

4. Automotive

Toyota menduduki jajaran teratas dalam kategori mobil terlaris di Indonesia, seperti dikutip www.otomotif.bisnis.com. Slogan "Moving Forward" yang digunakan oleh Toyota sejak 2004 hingga 2015 lalu tidak diciptakan bagitu saja. Sebuah sumber menyebutkan bahwa perlu penelitian yang cukup lama sampai akhirnya slogan yang juga merupakan strategi komunikasi Toyota ini resmi digunakan. "Moving Forward" adalah strategi komunikasi baru yang menyentuh nilai-nilai dasar manusia. Dikatakan Lentz, Vice President of Toyota Marketing saat itu, slogan ini mampu menginspirasi karyawan dan konsumen Toyota untuk memilih arah hidup agar selalu fokus ke depan.

"'Moving Forward' means that we have a passion for innovation and discovery and that we're never standing still. As a result, we're designing and building cars and trucks that help our customers achieve their goals."

Jim Lentz, Vice President of Toyota Marketing, dikutip dari http://www.prnewswire.com

Menduduki peringkat mobil terlaris Indonesia selanjutnya adalah Honda. Slogan "The Power of Dreams" yang dimiliki Honda dicetuskan langsung oleh pendirinya, yakni Soichiro Honda. Uniknya, slogan ini terinspirasi dari kisah hidup Soichiro Honda yang percaya bahwa segala sesuatu berawal dari mimpi, bahwa mimpi adalah sebuah kekuatan yang membangun mental manusia untuk lebih maju. Terbukti, Soichiro Honda yang lahir sebagai anak pertama seorang pandai besi dan tidak mengenyam pendidikan formal yang memadai mampu melahirkan sebuah industri otomotif yang mendunia.

Meski tidak memiliki jumlah penjualan seperti dua merek mobil di atas, BMW cukup digemari oleh pecinta otomotif Indonesia. Sebelum meluncurkan slogan barunya "Designed For Driving Pleasure", BMW lebih dulu dikenal dengan slogan "The Ultimate Driving Machine". Slogan ini lahir dilatarbelakangi oleh adanya komitmen menjaga janji, dimana melalui slogan tersebut konsumen BMW diberi perasaan istimewa telah membeli BMW dan bangga mengemudikannya. 

5. Food and Beverage

Jika produk lain merubah slogannya, maka KitKat setia pada slogan "Have a Break, Have a KitKat" yang telah digunakannya sejak tahun 1957. Slogan ini masuk dalam materi kampanye KitKat pada 2003 lalu dimana mereka ingin mengukuhkan bahwa KitKat adalah coklat terlaris di Inggris. Selain itu, slogan ini memperkuat positioning KitKat sebagai teman ngemil, sekaligus memberikan alasan pada calon konsumen mengapa mereka harus membeli dan mengonsumsi Kitkat. Efektivitas slogan tersebut terlihat dari hasil penjualan KitKat yang meningkat hingga 10% selama 2 bulan setelah kampanye digalakkan.

Siapa tidak pernah mencicipi Coca Cola? Sejak resmi diluncurkan pada tahun 1886, Coca Cola diketahui memiliki 56 slogan hingga sekarang, dimana terdapat sebagian slogan yang hanya digunakan di UK. Dari sekian banyak slogan, IS Creative menilai bahwa slogan "Always Coca Cola" lah yang paling cukup tertanam di benak masyarakat Indonesia. Slogan yang resmi digunakan pada 1993 ini memiliki jingle dengan irama yang khas. Serupa dengan slogan lainnya, "Always Coca Cola" juga bermakna siapapun, kapanpun, dan dimanapun semua dapat menikmati minuman yang dilabeli sebagai best selling soft drink in the world ini. 

6. Fashion

Dengan logonya yang sederhana, Nike pun tampil dengan slogan yang sederhana, " Just Do It". Slogan yang diciptakan oleh Dan Wieden pada 1988 ini rupanya mampu meningkatkan angka penjualan sepatu Nike di seluruh dunia, dari semula 18% menjadi 43% sejak 1988 hingga 1998. Saat itu, kampanye "Just Do It" mengarah pada penggunaan sepatu Nike tidak untuk kebugaran saja, tapi menjadi bagian dari fashion. Sepanjang kampanye, Nike juga menggunakan atlet dan orang biasa sebagai model yang berasal dari berbagai ras budaya. Nike ingin tampil sebagai ikon Amerika yang inovatif terkait dengan keberhasilan mengombinasikan atlet profesional dan slogan-slogan motivasi yang menekankan pada sportivitas dan kesehatan.

Satu lagi merek sepatu luar yang sudah sangat dikenal di Indonesia, Adidas. Pada 2004 lalu, Adidas mengeluarkan slogan barunya "Impossible is Nothing" sebagai bukti komitmen Adidas untuk mempersembahkan yang terbaik bagi para konsumennya. Tidak hanya dari segi desain sepatu yang selalu diperbarui, tapi juga sebagai upaya untuk mendengarkan apa kata konsumen dan mewujudkannya. Untuk mengkampanyekan slogan baru mereka, Adidas menggandeng David Beckham, Haile Gebrelassie, Muhammad Ali serta Laila Ali sebagai brand ambassador mereka. Mereka dianggap potret orang-orang yang membuktikan bahwa segalanya mungkin diwujudkan.

Slogan memang tidak secara langsung dapat meningkatkan angka penjualan. Akan tetapi, adanya slogan yang baik dan mampu membidik target market yang tepat, dapat memicu penjualan produk. Bagaimana dengan slogan bisnis Anda, apakah sudah dapat membidik target market yang Anda sasar? Jika Anda masih mengalami kesulitan dalam menyusun slogan, Anda dapat bisa langsung ngobrol dengan kami melalui fan page atau langsung menungjungi kami di IS Creative Jl. Imam Bonjol 176/E Semarang.

Permalink


IS Creative

About the author

IS Creative

IS Creative adalah sebuah agensi kreatif multi-disiplin yang fokus kepada komunikasi visual, desain identitas brand/merek, dan juga multimedia. Kami telah membantu banyak klien-klien untuk mencapai tujuan bisnis mereka dan meningkatkan kualitas citra brand/merek mereka dalam berbagai macam hal. IS Creative selalu berusaha sebaik mungkin untuk menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas pada setiap proyek kami.