Article

5 Hal Yang Perlu Diketahui Saat Berkolaborasi Dengan Agensi Desain Profesional

Bisnis yang sukses seringkali dinilai dari banyaknya orang yang mengenal, mengetahui, dan memilih untuk menggunakan produk/jasa mereka dibanding pesaing lainnya. Hal ini tentu saja terkait dengan kualitas, target market, dan strategi pemasaran yang tepat. Kualitas produk/jasa yang baik belum tentu terjual jika diarahkan pada target market yang salah. Target market yang tepat pun tidak akan menjamin produk/jasa akan dikenal, jika tidak diikuti dengan strategi pemasaran yang efektif dan kreatif, terlebih di era serba digital seperti saat ini. Banyak pelaku bisnis yang pada akhirnya menyerahkan kegiatan pemasaran/branding (baik digital maupun konvensional) lainnya kepada agensi kreatif/agensi desain sebagai mitra usaha. 

Berjodoh dengan agensi desain yang tepat memang bukan perkara mudah. Selain style design dan jenis jasa yang ditawarkan, berikut kami rangkum 5 poin penting yang harus diketahui saat bekerja sama dengan sebuah agensi desain/kreatif.

Memiliki Jam Operasional dan Lokasi Kantor/Studio Yang Jelas

Gambar 1. Kantor/studio 
Sumber: Dokumentasi pribadi

Salah satu ciri dari agensi desain yang profesional adalah memiliki jam operasional yang jelas dan kantor/studio tempat mereka melakukan kegiatan kreatif sehari-harinya. Jam operasional yang jelas akan memudahkan klien untuk melakukan komunikasi sehari-hari sesuai dengan waktu kerja pada umumnya. Ketentuan jam operasional ini juga akan berdampak dengan estimasi biaya dan waktu pengerjaan project. Selain jam operasional, adanya kantor/studio dengan lokasi yang jelas menjadi bukti bahwa kegiatan kreatif dari agensi desain tersebut dapat dipercaya. Kantor/studio juga bisa dijadikan tempat efektif untuk melakukan meeting atau briefing project kreatif dengan klien.

Memiliki Portfolio Yang Kreatif dan Menarik

Gambar 2. Portfolio IS Creative 
Sumber: Dokumentasi pribadi

Salah satu cara untuk menentukan agensi desain yang tepat dan cocok adalah dengan melihat dan mempelajari portfolionya. Selain jadi inspirasi, hal ini juga bisa memberikan pandangan seperti apa karakter, style, dan teknik mereka pada hasil karya yang telah dibuat sebelumnya. Kerapihan dan ketelitian portfolio yang ditampilkan secara digital maupun konvensional (print) juga bisa dijadikan tolak ukur apakah agensi desain tersebut layak dipertimbangkan atau tidak. Presentasi portfolio yang kreatif, menarik, dan rapi akan mencerminkan bagaimana cara mereka bekerja sama dengan klien nantinya.

Memiliki Sistem Dokumentasi dan Komunikasi yang Profesional 

Gambar 3. Dokumentasi Digital/Konvensional dan Komunikasi
Sumber: Dokumentasi pribadi

Tidak diragukan lagi bahwa kelengkapan dokumentasi yang jelas dan rapih akan berpengaruh pada kelancaran dan kesuksesan sebuah project. Seperti contohnya adalah project proposalcontract, quotation, working file, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan komunikasi yang dijalin antara agensi desain dengan klien, hal ini juga penting untuk kelancaran sebuah project. Salah satu cara yang bisa mengindikasikan skill dokumentasi dan komunikasi yang baik adalah dengan menggunakan email formal secara informatif. Hal ini memberi gambaran bagaimana sebuah agensi desain berinteraksi secara profesional dengan kliennya. Selain mudah untuk ditelusuri kembali, penggunaan email juga memudahkan kedua belah pihak untuk saling bertukar dokumen terkait dengan project/penawaran sesuai format yang dibutuhkan. Tentu akan lebih menyenangkan berkomunikasi dengan seseorang secara profesional dengan informasi yang terstruktur, dan bahasa yang jelas, bukan?

Mengerti Istilah dan Penamaan Yang Umum Digunakan

Gambar 4. Meeting 
Sumber: Dokumentasi pribadi

Jika pada akhirnya, pelaku bisnis sudah menemukan agensi desain yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan usahanya, ada baiknya untuk mengerti sedikit penamaan atau istilah yang sering digunakan pada agensi desain. Tujuannya supaya tidak terjadi kesalahpahaman dan memudahkan proses komunikasi selama project berlangsung. Beberapa agensi desain memiliki istilah-istilah yang digunakan sehari-hari dalam proses kerja mereka, contohnya briefing, pitching, sketching, FA (Final Artwork), preview, dan lain sebagainya. Klien juga diharapkan mempelajari berbagai macam sebutan dan format dasar file terkait dengan project, seperti raster, vector, .psd, .jpg, .xls, .doc, .pdf, .rar, .ai, .mp4, dan lain-lain. Tanyakan hal ini diawal kerja sama untuk memudahkan kedua belah pihak, yang secara otomatis juga akan menghemat waktu dan biaya yang harus dikeluarkan.

Mengetahui Proses Desain Secara Dasar

Gambar 5. Brainstorming Process
Sumber: Dokumentasi pribadi

We don't do magic , we do design. Kalimat tersebut tampaknya merepresentasikan kegiatan agensi desain yang erat hubungannya dengan deadline atau tenggat waktu. Beberapa orang awam seringkali berekspektasi bahwa mendesain (contohnya saja membuat sebuah logo) tidak membutuhkan waktu yang lama alias 'hari ini briefing besok logonya sudah jadi', apalagi jika dianggap permintaan yang disampaikan itu mudah dan sederhana. Ada serangkaian proses/langkah penting yang perlu dilakukan sebelum mengeksekusi pembuatan desain pada setiap project, seperti yang dilakukan oleh IS Creative. Serangkaian proses yang dilakukan mulai dari research, brainstorming, sketching, hingga proses eksekusi desain secara digital, dilakukan sesuai standard perusahaan dan berdasarkan brief project yang diberikan oleh klien. Research yang dilakukan pun bukan hanya untuk mencari referensi tentang tren desain atau penyesuaian estetika, tapi juga untuk eksplorasi ide, kreatifitas, bahkan seluk beluk tentang perusahaan klien dan target marketnya. Serangkaian proses ini dilakukan untuk memperkuat konsep, membangun filosofi, dan menciptakan visual style yang tepat. Hasil yang didapatkan akan digunakan untuk memulai proses pembuatan dan revisi desain. Yang kemudian akan dipresentasikan kepada klien untuk mendapatkan feedback atau masukan.

Memilih untuk bekerja bersama agensi desain bisa jadi adalah tantangan tersendiri bagi para pengusaha. Selain mempertimbangkan beberapa aspek yang sudah dijelaskan sebelumnya, klien juga harus berperan aktif untuk ikut belajar dan turut memahami proses desain demi kelancaran sebuah project. IS Creative sebagai salah satu perusahaan agensi desain di Semarang secara berkelajutan menerapkan standar dan hasil karya yang berkualitas kepada klien dari berbagai bidang bisnis. Selain itu, IS Creative juga selalu menerapkan sistem komunikasi dan dokumentasi yang terstruktur dengan jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.

Permalink


IS Creative

About the author

IS Creative

IS Creative adalah sebuah agensi kreatif multi-disiplin yang fokus kepada komunikasi visual, desain identitas brand/merek, dan juga multimedia. Kami telah membantu banyak klien-klien untuk mencapai tujuan bisnis mereka dan meningkatkan kualitas citra brand/merek mereka dalam berbagai macam hal. IS Creative selalu berusaha sebaik mungkin untuk menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas pada setiap proyek kami.