Inspiration

12 Best Indonesian Brand Slogans

Tagline atau yang lebih dikenal dengan istilah slogan adalah salah satu cara menghubungkan merek dengan konsumennya. Keberadaan slogan diharapkan dapat memberikan detail singkat mengenai apa yang ditawarkan dan dijanjikan oleh sebuah merek. Singkatnya, sebuah slogan hendaknya mampu mencerminkan kepribadian suatu merek.

Cukup banyak slogan yang populer dan akrab di telinga masyararakat Indonesia, mulai dari slogan merek lokal maupun merek yang berasal dari luar Indonesia. Slogan-slogan tersebut umumnya menggunakan bahasa sederhana, sebagian lagi memiliki kata-kata yang unik sehingga mudah diingat. Pada artikel ini IS Creative akan mengulas sedikit tentang sejumlah slogan yang inspiratif dan berasal dari Indonesia.

 

1. Apapun Makanannya, Minumnya Teh Botol Sosro (Teh Botol Sosro)

Kemunculan slogan "Apapun Makanannya, Minumnya Teh Botol Sosro" dilatarbelakangi oleh adanya produk Frestea dari Coca Cola yang perlahan merebut pasar Sosro. Dalam slogan ini Sosro berusaha mengubah kebiasaan konsumen, dari mereka yang setelah makan terbiasa minum air putih atau minuman lainnya, mulai diarahkan untuk mengkonsumsi Teh Botol Sosro setelah makan.

Slogan tersebut cukup populer dan mengena di kalangan konsumen, akan tetapi, pada tahun 2008 Sosro kembali mengubah slogan menjadi "Apapun, Enaknya Minum Teh Botol Sosro". Hal ini dilakukan karena Sosro ingin memperkuat positioning produknya sebagai produk teh untuk siapa saja dengan aktivitas yang beragam.

Meski demikian, banyak pihak merasa slogan lama mereka "Apapun Makanannya, Minumnya Teh Botol Sosro" adalah slogan yang paling mengena dan pas digunakan. Penggunaan slogan ini dinilai lebih spesifik dalam membidik konsumen untuk bertindak, yakni setelah makan, minuman yang paling cocok adalah Teh Botol Sosro.

 

2. Life is Never Flat (Chitato)

Dua makna sekaligus terwakili dalam tagline "Life is Never Flat" milik Chitato. Berdasarkan sumber langsung dari lifeisneverflat.com, "Life Is Never Flat" adalah jiwa dari Chitato, prinsip tersebut sekaligus mencerminkan keseharian kita yang tetap maksimal di setiap situasi yang terjadi. Makna kedua dari slogan tersebut mewakili bentuk Chitato yang memiliki potongan bergelombang, disertai rasa yang tebal dan kuat membuat setiap gigitannya memberikan pengalaman baru yang luar biasa.

 

3. Aku Dan Kau Suka Dancow (Dancow)

Slogan ini muncul sebagai pemenang dalam ajang Bright Awards pada 8 Maret 2016 lalu dalam kategori tagline iklan. Kalimatnya yang unik, mudah dilafalkan, dan diingat membuat produk susu keluaran Nestle ini juga memenangkan kategori tagline iklan terfavorit pilihan pemirsa pada ajang yang sama. 

Slogan Dancow merujuk pada pengakuan bahwa kita semua suka Dancow dan memilih susu Dancow untuk dikonsumsi. Harga yang terjangkau oleh masyarakat Indonesia, disertai dengan kemampuan dan kemahiran PT Nestle Indonesia di dalam memahami kebutuhan konsumen, membuat Dancow bertahan sebagai merek favorit bagi konsumen susu di Indonesia.

 

4. Ada Yang Lebih Bagus Dari HIT? Yang Lebih Mahal Banyak (HIT)

Jenius! Slogan produk pembasmi nyamuk satu ini adalah contoh dari penyusunan kalimat yang sederhana namun sangat tepat dan mengena. Dalam slogan tersebut HIT tidak mengunggulkan produknya sendiri dan tidak menyebutkan bahwa produknya memiliki harga yang lebih terjangkau dibanding produk pembasmi nyamuk serupa. Namun kalimat slogan tersebut dapat mengajak orang untuk berpikir dan berasumsi mengenai harga serta kualitas produk HIT.

 

5. Mengatasi Masalah Tanpa Masalah (Pegadaian)

Pegadaian melihat bahwa kebutuhan seseorang akan uang tunai terkadang menjadi kebutuhan yang sangat mendesak pada waktu-waktu tertentu. Dengan pola pikir masyarakat yang cenderung berfikir bahwa melakukan pinjaman adalah hal yang sulit dilakukan, slogan "Mengatasi Masalah Tanpa Masalah" mencoba untuk menyampaikan kemudahan jasa yang ditawarkan oleh Pegadaian. Slogan ini juga lebih terfokus kepada masalah yang dihadapi oleh konsumen mereka dan juga membantu pendekatan marketing atau sosialisasi yang dilakukan.

 

6. Berapa Lapis? Ratusan! (Tango)

Slogan ini populer di tahun 1999-an dan pertama kali muncul pada sebuah iklan yang menampilkan adegan percakapan seorang gadis kecil dengan temannya, dimana keduanya sedang asyik menikmati wafer Tango. Salah satu dari mereka bertanya,"Berapa lapis?", kemudian dibalas oleh kawannya,"Ratusan!".

Beberapa sumber menyebutkan bahwa lapis yang dimaksudkan bukanlah lapis wafer Tango (tentunya), melainkan gambaran dari lapis kenikmatan rasa wafer Tango. Terlepas dari hal tersebut, pada masanya, slogan ini sempat trending dan menjadi sebuah social jargon pada masa itu. Setiap pertanyaan yang jawabannya mengacu pada angka, akan dijawab spontan,"Ratusan!".


7. Yang Penting Hepi (Djarum 76)

Makna dalam slogan iklan yang khas dengan tokoh jinnya ini mengajak para penonton/ konsumennya untuk menikmati hidup dan bersenang-senang, bahwa setiap masalah pasti ada solusinya. Dalam iklan ini, jin digambarkan sebagai sosok yang membantu menyelesaikan masalah, dengan mengabulkan sebuah permintaan.

Senada dengan konsep slogan Djarum 76, Sampoerna Hijau juga memiliki slogan "Nggak ada Lo Nggak Rame" dan "Asiknya Rame-Rame" yang kurang lebih memiliki makna serupa. Dikarenakan produsen rokok tidak diperkenankan untuk menampilkan produk serta pesan yang berhubungan dengan produknya, kedua merek ini mengambil strategi serupa dengan mengasosiasikan produk mereka dan kegiatan merokok sebagai bagian dari kehidupan sosial.

 

8. Orang Pintar Minum Tolak Angin (Tolak Angin)

Slogan yang muncul pada tahun 2000-an ini mulai populer sejak muncul dalam iklan yang diperankan oleh tokoh-tokoh dengan image pintar seperti Rhenald Kasali, Soebronto Laras, Agnes Monica, Lula Kamal, dan Anggito Abimanyu. Kata “Orang Pintar” yang digunakan dalam slogan Tolak Angin digunakan untuk mengubah image jamu yang identik dengan arti kuno, kampungan, dan tua menjadi produk yang baru, modern, dan membanggakan.

Produk jamu sejenis lainnya ada yang menawarkan produk mereka menggunakan slogan iklan dengan strategi sanggahan atas slogan Tolak Angin diatas. Slogan tersebut berbunyi, "Orang Bejo Lebih Untung dari Orang Pintar". Lantaran slogan tersebut sempat menarik perhatian sebagian masyarakat, namun banyak pula pihak yang menganggap strategi offensive seperti ini pada advertising merupakan tindakan putus asa yang justru akan berdampak kurang baik pada produk mereka sendiri.

Satu contoh slogan yang memiliki pola nyaris sama dengan slogan Tolak Angin adalah milik Dirjen Pajak, yakni "Orang Bijak Bayar Pajak". Dari segi penyusunan kalimatnya, bisa dilihat bahwa slogan Tolak Angin dan Dirjen Pajak memiliki kemiripan. Disengaja atau tidak, slogan Tolak Angin telah menginspirasi banyak merek lainnya dalam menciptakan slogan.

 

9. Jeruk Kok Minum Jeruk (Nutrisari)

Tokoh jeruk dan Joshua nampaknya sudah sangat melekat dalam benak masyarakat dalam iklan Nutrisari. Digambarkan bahwa nikmat dan enaknya jeruk Nutrisari bahkan dapat membuat si jeruk ini pun juga ingin meminumnya. Kuatnya asosiasi slogan dengan merek atau produk, dapat membantu perusahaan dalam membangun citra dan tetap berada dalam pikiran konsumen. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kemungkinan masyarakat untuk memilih produk atau jasa yang memiliki citra lebih kuat dan baik.

 

10. Buat Anak Kok Coba-Coba (Minyak Kayu Putih Cap Lang)

Slogan ini memberikan edukasi kepada orang tua bahwa untuk anak mereka harus memberikan yang terbaik.

Slogan Minyak Kayu Putih Cap Lang masuk ke dalam daftar ini dikarenakan slogannya yang mampu untuk memberikan edukasi serta tersirat adanya peringatan bagi konsumen agar tidak coba-coba dalam memilih produk untuk anak mereka. Secara tidak langsung mereka meyakinkan masyarakat akan kualitas produk yang ditawarkan. Strategi dan konsep slogan iklan seperti ini adalah ideal, mereka tidak menyerang produk lain namun juga tidak memberikan janji-janji yang (seringnya) tidak digenapi oleh kualitas produk atau jasa yang mereka tawarkan.

 

11. Pancen Oye! (Oskadon)

Oskadon merupakan obat sakit kepala tanpa rasa kantuk yang diperuntukkan bagi kalangan menengah ke bawah. Oskadon dengan mudah memposisikan diri di benak konsumen karena taglinenya yang memiliki pelafalan dan nada bicara yang unik. Ki Manteb Sudarsono yang adalah seorang dalang wayang, terpilih menjadi brand ambassador Oskadon dan memiliki hubungan dengan alasan mengapa slogan Oskadon menggunakan bahasa Jawa dan berbunyi, "Pancen Oye!".

Penggunaan bahasa daerah adalah salah satu strategi yang dapat digunakan pada saat membidik masyarakat daerah tertentu. Contoh produk lainnya yang menjadikan masyarakat Jawa sebagai target marketnya adalah Kuku Bima Ener-G dengan "Roso!" (Dibaca "Rosso!") dan Antangin dengan slogan "Wes Ewes Ewes Bablas Angine".

 

12. Indomie Seleraku (Indomie)

Slogan sederhana dengan jingle yang khas ini sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ketika Indomie pertama kali diperkenalkan pada tahun 1969, banyak yang meragukan produk mie instan sebagai makanan pokok selain nasi. Namun, karena rasanya yang sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia serta harganya yang terjangkau, membuat Indomie mudah diterima berbagai kalangan. Hal inilah yang kemudian menjadi konsep utama marketing produk Indomie, yakni walau berbeda-beda tetapi tetap satu selera.

"Indomie Seleraku" dipopuler sebagai slogan melalui jingle/lagu iklan resmi Indomie di televisi, radio, dan media massa lainnya. Slogan "Indomie Seleraku" mulai digunakan pada tahun 1982, sedangkan lagunya diciptakan pada kisaran tahun yang sama oleh musisi oleh A. Riyanto. Teks lagu iklan Indomie pun sempat dituliskan pada bagian belakang bungkus Indomie tahun '90an hingga awal tahun 2000an.

Jumlah kata pada sebuah slogan iklan merek atau produk dapat mempengaruhi kemudahan masyarakat untuk mengingat lafal atau produk yang diwakili. Beberapa contoh merek produk yang diwakili oleh slogan dengan hanya satu kata, diantaranya adalah "RCTI Oke", "M-150 Bisa!", dan produk kulit manggis tanah air tercinta yang slogannya dapat dibilang lebih terkenal dibandingkan dengan produknya "Mastin Good!".

Permalink

Loading...

IS Creative

About the author

IS Creative

IS Creative adalah sebuah agensi kreatif multi-disiplin yang fokus kepada komunikasi visual, desain identitas brand/merek, dan juga multimedia. Kami telah membantu banyak klien-klien untuk mencapai tujuan bisnis mereka dan meningkatkan kualitas citra brand/merek mereka dalam berbagai macam hal. IS Creative selalu berusaha sebaik mungkin untuk menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas pada setiap proyek kami.